:: telp. (0752) 7834358 +6281261099884 smikagam@gmail.com smkbatutaba@gmail.com
Info Sekolah
Thursday, 13 Jun 2024
  • Motto SMK Negeri 1 Ampek Angkek : Mengembangkan kompetensi dan profesionalisme untuk mencerahkan anak bangsa
7 July 2022

Menjadi Pemenang Indonesia Ecoprint Signature, SMKN 1 Ampek Angkek Mendapat Pesanan dari BPK RI Wilayah Sumbar Sebanyak 137 Helai

Thursday, 7 July 2022 Kategori : Info Umum

Kab. Agam –  Terpilih menjadi pemenang Indonesia Ecoprint Signature yang di selenggarakan oleh Assosies Eco Printring Indonesia (AEPI), Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil mendapatkan pesanan dari BPK RI Wilayah Sumatera Barat sebanyak 137 Helai. Kain Ecoprint ini di produksi Ibu Dra. Melli Tafsya selaku guru Produktif Kriya Kreatif Batik dan Tekstil dengan di bantu oleh siswa/i Jurusan Kriya Kreatif Batik dan Tekstil.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu kepala BPK RI Wilayah Sumatera Barat yang mengapresiasi karya Siswa/i SMK Negeri 1 Ampek Angkek yang akan menjadi pakain seragam Pegawai BPK RI wilayah Sumatera Barat.

Menjadi suatu kebanggaan bagi kami keluarga besar SMK Negeri 1 ampek angkek bisa di kenal sehingga hasil karya siswa/i bisa di manfaatkan.

Ecoprinting adalah sebuah teknik cetak dengan pewarnaan kain alami yang cukup sederhana namun dapat menghasilkan motif yang unik dan otentik. Prinsip pembuatannya adalah, melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tubuh lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu. Teknik ini merupakan hasil perkembangan dari teknik ecodyeing, yaitu pewarnaan kain dari alam. Indiana Flint pada tahun 2006 mengembangkannya menjadi teknik ecoprint. Ketika itu, Flint menempelkan tanaman yang mempunyai pigmen warna dan menempelkannya pada kain yang berserat alami.

Dalam proses ecoprint, dikenal dua teknik pewarnaan, yaitu teknik iron blanket dan teknik pounding. Dalam teknik iron blanket, langkah pertama yang dilakukan adalah mordanting (pembersihan kain dari kotoran). Proses mordanting ini sama saja seperti mencuci pakaian. Setelah itu, siapkan pewarna dari bahan alam dengan merendam dedaunan dalam larutan cuka. Hal ini bertujuan untuk mengeluarkan zat warna pada dedaunan dengan maksimal. Lalu, setelah pewarna siap, bentangkan kain yang sudah dibersihkan dan tempelkan dedaunan yang sudah direndam dengan larutan cuka. Kemudian, gulung dengan pipa paralon lalu ikat dengan tali. Tahap terakhir, yaitu kukus kain yang telah diikat selama 2 jam.

 

No Comments

Tinggalkan Komentar