:: telp. (0752) 7834358 +6281261099884 smikagam@gmail.com smkbatutaba@gmail.com
Info Sekolah
Saturday, 15 Jun 2024
  • Motto SMK Negeri 1 Ampek Angkek : Mengembangkan kompetensi dan profesionalisme untuk mencerahkan anak bangsa
16 April 2022

Bimbingan Teknis Penerapan Kurikulum Merdeka SMK Negeri 1 Ampek Angkek di Hadiri dan di Buka Langsung Oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat

Saturday, 16 April 2022 Kategori : Kurikulum

Kab. Agam-  Dalam rangka memasuki TP. 2022/2023, SMK Negeri 1 Ampek Angkek melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penerapan Kurikulum Merdeka yang di laksanakan selama 3 hari dari tanggal 14 s/d 16 April 2022. Dalam kegiatan ini di hadiri dan di buka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat yaitu Bapak Drs. Barlius, M.M. Kegiatan Bimbingan Teknis Penerapan Kurikulum Merdeka ini di ikuti oleh seluruh guru SMK Negeri 1 Ampek Angkek.

Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertian kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (baik siswa maupun mahasiswa) dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya.

Kurikulum atau program Merdeka Belajar ini diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim sebagai bentuk dari tindak evaluasi perbaikan Kurikulum 2013.

Sebelumnya, kurikulum ini juga disebut sebagai Kurikulum Prototipe yang merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang lebih kompeten dalam berbagai bidang.

Kurikulum Prototipe adalah bentuk sederhana dari Kurikulum 2013 dengan sistem pembelajaran berbasis pada proyek tertentu (Project Based Learning).

Dimulai sejak tahun 2020 pada masa pandemi COVID-19, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar atau Kurikulum Prototipe ini telah diujicobakan pada setidaknya 2500 sekolah penggerak  dan juga SMK Pusat Keunggulan yang ada di Indonesia.

Hasilnya, sekolah-sekolah yang telah menerapkan kurikulum ini terbukti empat sampai lima bulan lebih maju dibanding sekolah lain yang masih menggunakan kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum 2013.

Dengan begitu, pemerintah pun berupaya mengembangkan kurikulum ini secara lebih lanjut demi penyesuaian strategi belajar di masa pandemi COVID-19. Peluncuran kurikulum merdeka juga diiringin dengan peluncuran platform Merdeka Mengajar sebagai dukungannya.

 

No Comments

Tinggalkan Komentar